๏ปฟAl Futuhat) Hidup adalah ibadah Dalam ayat-Nya Allah berfirman, Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya'bududun Lama aku tid Walatansa nasibaka minaddunya Dan La yukallifullahu nafsan illa wus'aha Jelas Allah tidak hanya menyuruh kita untuk sholat dan puasa Allah juga menyuruh kita untuk mencari dunia Bahkan Allah melarang kita untuk membebani diri kita dengan beban yang berat Sehingga kita tidak mampu memikulnya Wabtaghifima atakallah Dar al Akhirah, wala tansa nasibaka minaddunya. Ketahuilah, ayat ini memberikan pengertian bahwa Allah memerintahkan menuju akhirat dengan mengambil sedikit bagian dari dunia. kalo kita mengenal gramatika arab kata min dari ayat tersebut menunjukkan arti sebagian. karena itu tertipulah orang yang mengedepankan dunia Dalamayat lain Allah juga berfirman โ€ Wala tansa nasibaka minaddunya โ€œ Dan โ€œ La yukallifullahu nafsan illa wus'aha โ€œ Jelas Allah tidak hanya menyuruh kita untuk Sholat dan Puasa Allah juga menyuruh kita untuk mencari dunia Bahkan Allah melarang kita untuk membebani diri kita dengan beban yang berat Sehingga kita tidak mampu memikulnya Merekaketakutan hidup di dunia. Mereka menangis dengan nasibnya di dunia. Meminjam salah satu petuah Mbah Tedjo, "Menghina Tuhan tak perlu dengan umpatan dan membakar kitab suci. Khawatir besok tidak bisa makan saja, itu sudah menghina Tuhan." Maka tak perlu lah kita menangisi apapun yang terjadi di dunia. Walatansa nasibaka minaddunya Dan La yukallifullahu nafsan illa wus'aha Jelas Allah tidak hanya menyuruh kita untuk sholat dan puasa Allah juga menyuruh kita untukmencari dunia Bahkan Allah melarang kita untuk membebani diri kita dengan beban yang berat Sehingga kita tidak mampu memikulnya KumpulanPuisi Terpopuler part II Wajahmu (Kitab Cinta Rumi) Mungkin kau berencana pergi, seperti ruh manusia tinggalkan dunia Mengawalipenyampaiannya, Abuhuraerah membacakan sebuah ayat al Qurโ€™an yang berbunyi โ€œWabtaghi fima atakallah Dar al Akhirah, wala tansa nasibaka minaddunyaโ€. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Suatuhari aku bertanya kepada gurukuGuruku mengatakan, "Tidak salah pendapatmu, tapi kurang".Ketahuilah..Dalam ayat lain Allah juga berfirmanWala tansa nasibaka minaddunyaDan La yukallifullahu nafsan illa wus'ahaJelas Allah tidak hanya menyuruh kitauntuksholat dan puasaAllah juga menyuruh kita untukmencari duniaBahkan Allah melarang Walatansa nasibaka minaddunya Dan La yukallifullahu nafsan illa wusโ€™aha Jelas Allah tidak hanya menyuruh kitauntuksholat dan puasa Allah juga menyuruh kita untukmencari dunia Bahkan Allah melarang kita untuk membebani diri kita dengan beban yang berat Sehingga kita tidak mampu memikulnya VY1gWdo. Wala tansa nasibaka minad dunya Dan jangan sampai engkau melupakan nasibmu di dunia Ini ayat yang menunjukkan letak peradaban manusia dalam rangka pemenuhan nasibnya di dunia. Ini adalah ayat rambu rambu dan menjadi tolak ukur bagaimana manusia akan bersikap. Kalau manusia mengartikannya bahwa ini adalah ayat penegasan dan sebagai legitimasi untuk sebanyak banyaknya mencari dunia dalam rangka mengisi kehidupannya, ini mjdi ayat yg bisa d jadikan landasan untuk sebanyak banyaknya mengeruk dunia. Menghabiskan waktu dan ruang untuk mengisi kebutuhan akan dunia. Tapi kalo manusia mentadabburinya sbgai ayat peringatan bahwa sudahlah hidup di dunia ini sementara saja. Penuhi hari hari manusia dengan visi misi kehidupan akhirat. Dan dalam perjalanan pemenuhan visi misi itu, yah sekedar jngan lupa saja untuk mengisinya untuk keperluan dunia. Prosentase terbesarnya adalah kehidupan yang akan berlangsung selamanya setelah manusia meninggalkan dunia This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink. Dipublikasikan oleh Ridwan Anwar pada on 20 September 2013. Waka PTA Manado Ingin Bahagia, Pakai Rumus 3-2-1 Manado Seperti biasa, setiap Senin, Rabu dan Jumat warga PTA Manado mengkuti kegiatan kultum setelah bersama-sama melaksanakan shalat Ashar. Pada Rabu 18/9/2013, yang bertugas membawakan kultum adalah Wakil Ketua PTA Manado, Drs. H. Abuhuraerah, SH., MH. Selain sebagai pembawa kultum, beliau juga bertindak sebagai imam shalat. Mengawali penyampaiannya, Abuhuraerah membacakan sebuah ayat al Qurโ€™an yang berbunyi โ€œWabtaghi fima atakallah Dar al Akhirah, wala tansa nasibaka minaddunyaโ€. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi. Menurutnya, seseorang yang ingin mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat harus menjalankan rumus 3-2-1. Maksudnya adalah ada tahapan-tahapan yang harus dilewati. Penjelasannya yaitu, tahapan pertama seseorang perlu melakukan 3 langkah. Pertama ikhtiar, dimana tindakan ini merupakan usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang dikehendakinya. Kedua, berdoa. Yaitu tindakan yang memohon kepada Allah agar dikabulkan apa yang menjadi hajatan. Tanpa berdoa, seseorang bisa dicap sebagai hamba yang sombong. Sementara yang ketiga adalah tawakkal, yakni penyerahan totalitas kepada Sang Khalik. Nah, jika tiga etape ini telah dilewati, maka ada 2 kemungkinan. Berhasil atau Gagal. Jika berhasil, maka seseorang harus bersyukur, jika belum, maka bersabar. Setelah tahapan ini dilakukan, tentunya ada 1 step yang mesti dihadirkan, yakni dengan mengharap keridhaan Ilahi. Jadi rumus 3-2-1, adalah Iktiar, Berdoa dan Tawakkal, kemudian Bersabar dan Bersyukur serta Mengharap keridhaan Ilahi. Jika semua sudah dilewati, tentunya seseorang akan mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. Fiq ๏ปฟWabtaghi fima atakallah Dar al Akhirah, wala tansa nasibaka minaddunya. Ketahuilah, ayat ini memberikan pengertian bahwa Allah memerintahkan menuju akhirat dengan mengambil sedikit bagian dari dunia. kalo kita mengenal gramatika arab kata min dari ayat tersebut menunjukkan arti sebagian. karena itu tertipulah orang yang mengedepankan dunia dari akhirat. Islam sudah memiliki konsep kesuksesan, karena itu kesuksesan dunia bukan jaminan sukses, seperti yang dibayangkan orang. Sukses dalam pengertian Islam 1. Keseimbangan Materi dan Non Materi Dunia-Akhirat ูˆูŽุงุจู’ุชูŽุบู ูููŠู…ูŽุง ุขุชูŽุงูƒูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฏูŽู‘ุงุฑูŽ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูŽู†ู’ุณูŽ ู†ูŽุตููŠุจูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูู†ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุจู’ุบู ุงู„ู’ููŽุณูŽุงุฏูŽ ูููŠ ุงู„ุฃุฑู’ุถู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ู„ุง ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ููู’ุณูุฏููŠู†ูŽ Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. 2. Mampu Menjadi Makhluq Termulia sebagaimana dalam Firman Allah ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุฑูŽู‘ู…ู’ู†ูŽุง ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ูˆูŽุญูŽู…ูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽุฒูŽู‚ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ูŠูู‘ุจูŽุงุชู ูˆูŽููŽุถูŽู‘ู„ู’ู†ูŽุงู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูŽุซููŠุฑู ู…ูู…ูŽู‘ู†ู’ ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ู†ูŽุง ุชูŽูู’ุถููŠู„ุง Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. 3. Tidak Punya Kekhawatiran Dimasa Depan 4. Bermanfaat Dalam Hidup 5. Khusnul Khotimah -pengajian MNA-